arbyansenapati on Instagram

Arbyan Senapati Pamungkas

القران والسنة على فهم السلف BALI, IDN 🇮🇩

Report inappropriate content

. Duduk Saja… ⏳ _____________________________ Jika engkau hobi bermaksiat, Dirimu lelah hidup seperti ini, Dosa telah menawanmu, Sulit bagimu untuk lepas dari jerat kemaksiatan, Jiwa sudah terkadung suka bermaksiat, Terlanjur suka karena biasa, Engkau ingin lepas, Namun kau tak tahu hendak kemana, Coba Datangilah majelis-majelis Ilmu, Datanglah ke kajian Islam ilmiah, Datanglah ke kajian yang membahas Al Quran dan Sunnah, Duduk saja… Dengarkan, meski berat kau rasa, Meski engkau ingin segera pergi, Meski jiwamu gerah bagai cacing kepanasan, Meski mata mengantuk karena diri tak terbiasa, Duduk saja… Dengarkan Al-Quran dan Hadits disampaikan, Dengarkan kajian, Agar jiwamu terbiasa, Terbiasa dengan ketaatan, Duduk saja… Dengarkan, Jangan beranjak, Meski di awal terdengar membosankan, Lawan nafsumu, Berharaplah, Berdoalah kepada Allah, Agar Dia melepaskanmu, Dari jerat-jerat kemaksiatan, Sungguh usahamu takkan sia-sia, Jika engkau betul-betul ikhlas dan sungguh-sungguh, Kelak hidayah ‘kan turun kepadamu, Sedikit…demi sedikit…, Entah dari ayat al quran yang disampaikan, Atau dari hadits yang kau dengar, Atau dari sindiran sang Ustadz yang menohok hatimu, Duduk Saja…. Di majelis ilmu, Di taman-taman Surga, Di tempat turunnya ketenangan, Tempat para malaikat berkumpul, Karena sesungguhnya Nabimu telah bersabda, Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketentraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. (HR. Muslim) Duduk saja… Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepadamu. ... 📝 Ustadz Boris Tanesia 📸 @arbyansenapati . . . #selfreminder #islam #muslim #taubat #majelisilmu #dakwah #dakwahtauhid #tauhid #Allah #Rasulullah #alquran #hadits #sunnah #aqidah #manhajsalaf #salafy #arbyansenapati

4

. HOBBY MENASIHATI TAPI SUDAHKAH MENGAMALKAN NASIHATNYA SENDIRI? _________________________ Yang Pinter Menasehati Buanyak….!!! Tapi Yang Mengamalkan Nasehatnya Sendiri? Sungguh banyak di antara kita yang "HOBBY" menasehati di facebook, sungguh ini merupakan kebaikan...tapi janganlah lupa agar kita juga semangat untuk mengamalkan nasehat-nasehat kita sendiri. Renungkanlah perkataan Abul Aswad Ad-Dualy: يَا أَيُّهَا الرَّجُلُ الْمُعَلِّمُ غيره *** هَلاَّ لِنَفْسِكَ كَانَ ذَا التَّعْلِيْمِ Wahai orang yang mengajari orang lain.... Tidakkah kau mengajari dirimu dulu (sebelum orang lain) أَتَرَاكَ تُلَقِّحُ بِالرَّشَادِ عُقُوْلَنَا *** صِفَةً وَأَنْتَ مِنَ الرَّشَادِ عَدِيْمُ Pantaskah kau tanamkan pada akal kami “sifat mulia”.. Tapi ternyata, engkau kosong dari sifat mulia itu لاَ تَنْهَ عَنْ خُلُقٍ وَتَأْتِي مِثْلَهُ *** عَارٌ عَلَيْكَ إِذَا فَعَلْتَ عَظِيْمُ Janganlah engkau melarang akhlak (yang buruk), tapi kau sendiri melakukannya... Sungguh sangat tercela, jika kau berbuat seperti itu اِبْدَأْ بِنَفْسِكَ فَانْهَهَا عَنْ غَيِّهَا *** فَإِذَا انْتَهَتْ عَنْهُ فَأَنْتَ حَكِيْمُ Mulailah dari dirimu, dan cegahlah jiwamu dari penyimpangannya… Jika jiwamu telah telah lepas dari penyimpangannya maka engkau adalah orang yang bijak فَهُنَاكَ يَنْفَعُ إِنْ وَعَظْتَ وَيُقْتَدَى *** بِالْقَوْلِ مِنْكَ وَيَنْفَعُ التَّعْلِيْمُ Saat itulah, nasehat dan didikanmu kan berguna  Begitu pula ucapanmu, akan menjadi panutan Yaa Allah ampunilah kami yang sering menasehati akan tetapi lalai dari nasehatnya sendiri...tunjukkanlah kami jalan yang lurus, tutuplah aib-aib kami di dunia, terlebih-lebih lagi di akhirat...Aamiiin Yaa Robbal 'Aaalamiin ... 📝 Ustadz Dr. Firanda Andirja Lc, MA 📸 @arbyansenapati . . . #selfreminder

11

Menuntut ilmu syar’i merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Dengan ilmu maka kita bisa mengenal Islam dengan baik. Dengan ilmu kita akan mengetahui hakikat Islam yang sebenarnya yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dalam seluruh segi kehidupan, manusia sangat butuh terhadap ilmu melebihi kebutuhannya terhadap makan dan minum. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah telah mengeluarkan sebuah perkataan emas yang patut dicatat dengan tinta emas. Beliau berkata: الناس محتاجون إلى العلم أكثر من حاجتهم إلى الطعاموالشراب، لأن الطعام والشراب يحتاج إليه في اليوم مرة أومرتين، والعلم يحتاج إليه في عدد الأنفاس “Manusia sangat butuh kepada ilmu melebihi kebutuhan mereka kepada makan dan minum. Karena kebutuhan manusia kepada makan dan minum dalam sehari hanya sekali atau dua kali. Sedangkan kebutuhan mereka terhadap ilmu sebanyak bilangan nafasnya.” Islam merupakan agama yang mendasari segala sesuatu dengan ilmu. Allah mengangkat derajat seseorang dengan ilmu, Allah turunkan kitabNya dengan ilmu, para nabi dan rasul diperintahkan untuk mendakwahkan agamaNya dengan ilmu. Dan sebaliknya, Allah sangat mencela kebodohan yang merupakan lawan dari ilmu. Allah Ta’ala berfirman: شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاًبِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Ali Imran [3]: 18) Di dalam ayat ini Allah Allah mengangkat para malaikat dan orang-orang yang berilmu menjadi saksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dari sini kita mengetahui bahwa kedudukan orang-orang berilmu itu sangatlah mulia di hadapan Allah.

7

. LARANGAN BERPECAH BELAH _______________________________ Persatuan kaum muslimin di atas al haq dan larangan berpecah-belah, merupakan prinsip yang agung dalam agama Islam. Allah Ta’ala berfirman, وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103) Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan. Dan telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah persatuan. Mereka dijamin terjaga dari kesalahan manakala mereka bersepakat, sebagaimana tersebut banyak hadits tentang hal itu juga. Dikhawatirkan terjadi perpecahan dan perselisihan atas mereka. Namun hal itu telah terjadi pada umat ini, sehingga mereka berpecah menjadi 73 firqah. Diantaranya  terdapat satu firqah najiyah (yang selamat) menuju surga dan selamat dari siksa neraka. Mereka ialah orang-orang yang berada di atas apa-apa yang ada pada diri Nabi n dan para sahabat beliau.” [Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim, surat Ali Imran:103.] Penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah yang menghubungkan ayat di atas yang memerintahkan persatuan dengan hadits firqah najiyah menunjukkan bahwa persatuan yang haq, ialah dengan mengikuti apa-apa yang ada pada Nabi dan para sahabat beliau. Membangun persatuan, yaitu dengan mengikuti Al Kitab dan As Sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat, kemudian menolak bid’ah. Karena seluruh bid’ah merupakan kesesatan. Bid’ah adalah perkara baru dalam agama, yang tidak ada pada zaman Rasulullah dan para sahabatnya. ... 👤 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 📽️ @arbyansenapati . . . #dakwah #tauhid #allah #rasulullah #sunnah #aqidah #manhaj #ustadz #ustadzyazidbinabdulqadirjawas #arbyansenapati

23

Na'am, hanya ingin dilihat. #selfreminder

6

. Diriwayatkan dari az-Zubair bin al-‘Awwâm Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِيَ بِحُزْمَةِ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيْعَهَا فَيَكُفَّ اللهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ، أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوْهُ. “Sungguh, seseorang dari kalian mengambil talinya lalu membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya, kemudian ia menjualnya sehingga dengannya Allah menjaga wajahnya (kehormatannya), itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang lain, mereka memberinya atau tidak memberinya” Seseorang yang menjual kayu bakar yang ia ambil dari hutan adalah lebih baik daripada ia harus meminta-minta kepada orang lain. Nabi menjelaskan jalan yang terbaik karena meminta kepada orang lain hukumnya haram dalam Islam, baik mereka (orang yang dimintai sumbangan) itu memberikan atau pun tidak. Tetapi yang terjadi pada sebagian kaum muslimin dan thâlibul-‘ilmi (para penuntut ilmu) adalah meminta kepada orang lain, dan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa dan wajar. Padahal, hal ini hukumnya haram dalam Islam. Jadi, yang terbaik ialah kita mencari nafkah, kemudian setelah itu kita makan dari nafkah yang kita dapat, baik sedikit maupun banyak, dan sesuatu yang kita dapat itu lebih mulia daripada minta-minta kepada orang lain. Sebagian dari para sahabat adalah orang-orang miskin, tetapi mereka tidak meminta-minta kepada orang lain walaupun mereka sangat membutuhkan. Tetapi, orang-orang yang tidak mengetahui menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya disebabkan mereka menjaga kehormatan diri mereka dengan tidak meminta-minta kepada orang lain. Orang yang paling berbahagia dan yang paling beruntung dalam hidup ini adalah orang yang merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Contohnya, orang yang hanya mendapat rizki Rp 5000,- (Lima ribu rupiah) sehari, kemudian ia merasa cukup dengannya, maka ia adalah orang yang paling beruntung dan bersyukur kepada Allah Ta’ala dengan apa yang Allah berikan kepadanya. _____________ 👤 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 📝 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 📽️ @arbyansenapati . . . #dakwah #tauhid #arbyansenapati

10

. 📚 KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU AGAMA 📚 _________________________________ Sebagian di antara kita mungkin menganggap bahwa hukum menuntut ilmu agama sekedar sunnah saja, yang diberi pahala bagi yang melakukannya dan tidak berdosa bagi siapa saja yang meninggalkannya. Padahal, terdapat beberapa kondisi di mana hukum menuntut ilmu agama adalah wajib atas setiap muslim (fardhu ‘ain) sehingga berdosalah setiap orang yang meninggalkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224) Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas menyatakan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib atas setiap muslim, bukan bagi sebagian orang muslim saja. Lalu, “ilmu” apakah yang dimaksud dalam hadits ini? Penting untuk diketahui bahwa ketika Allah Ta’ala atau Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kata “ilmu” saja dalam Al Qur’an atau As-Sunnah, maka ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i (ilmu agama), termasuk kata “ilmu” yang terdapat dalam hadits di atas. ... 👤 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 📽️ @arbyansenapati . . . #dakwah #videodakwah #tholabul #alquran #hadits #sunnah #aqidah #manhaj #tauhid #allah #rasulullah #islam #muslim #ustadzyazidbinabdulqadirjawas #arbyansenapati

9


Fatal error: Call to undefined function Twitter\Text\idn_to_ascii() in /srv/www/gramview.com/public_html/vendor/nojimage/twitter-text-php/lib/Twitter/Text/StringUtils.php on line 118