kajianhariansunnah on Instagram

Kajian Harian

#kajiansunnah #kajiankitab #kajiantauhid #kajianilmu #kajian #kajianilmiah

Report inappropriate content

Masjid Quba’ adalah masjid kedua dari dua masjid yang memiliki keutamaan dan kedudukan penting di kota Madinah setelah Masjid Nabawi. Diriwayatkan oleh Abdullâh bin Umar Radhiyallahu anhuma. Beliau Radhiyallahu anhuma berkata: Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua rekaat. (HR. Al-Bukhâri dan Muslim) Lalu berikut hadits yang suka dilupakan oleh pembimbing umroh saat mengunjungi masjid Quba. Diriwayatkan dari Sahl bin Hunaif Radhiyallahu anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba’, kemudian dia mendirikan shalat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah [HR. Ibnu Majah dan lainnya] Sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas : Kemudian dia mendirikan shalat Kata shalat disini mencakup semua shalat fardu dan sunnah Itulah keutamaan Masjid Nabawi dan Masjid Quba’ yang dijelaskan dalam hadits-hadits Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Selain kedua masjid di kota Madinah di atas, tidak ada keterangan dalam hadits yang menunjukkan keutamaan tertentu dari masjid-masjid lain yang ada di kota Madinah.

51

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mempunyai keistimewaan, yang kita sebagai pengikutnya tidak boleh menyamakan diri dengan beliau. Misal kemuliaan yang ALLAH berikan hanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Jangan sampai kita beribadah tetapi menyaingi kemuliaan yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam miliki, hukum syariat dari ALLAH Ta’ala turun lewat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, dan hanya beliau rasul terakhir. Jadi jangan sampai kemuliaan ini membuat seseorang memberikan syariat baru, dan juga menyaingi kemuliaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dengan penjelasan ustadz Khalid Hafidzahullahu ta'ala kita tau bahwa hanya Rasulullah yang boleh menikahkan seorang perempuan tanpa wali. Semoga ALLAH Ta’ala menjaga kita dalam memuliakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sesuai dengan syariat yang beliau ajarkan.

16

Mahar adalah sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istrinya dengan sebab pernikahan. Mahar itu bisa berbentuk harta benda atau jasa. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4). Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu’anhu, ia mengatakan, “Seorang wanita mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyatakan bahwa dia menyerahkan dirinya untuk Allah dan rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian nabi menjawab, ‘Aku (sekarang ini) tidak membutuhkan istri.’ Maka seorang laki-laki mengatakan, ‘Nikahkanlah aku dengannya.’ Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Berikan sebuah baju untuknya.’ Laki-Laki itu menjawab. ‘Aku tidak punya.’ Nabi melanjutkan, ‘Berikanlah sesuatu walaupun cincin dari besi.’ Laki-laki itu pun kembali menyatakan dia tidak punya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apa yang engkau hapal dari Alquran?’ Laki-laki itu menjawab, ‘Surat ini dan surat ini.’ Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kami telah menikahkanmu dengan wanita itu dengan Alquran yang ada padamu.’ (HR. Bukhari, no. 5029).

74


Fatal error: Call to undefined function Twitter\Text\idn_to_ascii() in /srv/www/gramview.com/public_html/vendor/nojimage/twitter-text-php/lib/Twitter/Text/StringUtils.php on line 118