Eksistensi Photos & Videos on Instagram

Report inappropriate content

ppi_malaysia

Wohooooooo 8K!!! Akhirnya menyentuh 8000 followers! Terima kasih banyak untuk 8000 followers setia kita atas segala dukungannya, semoga posting yang kita bagikan semakin informatif untuk teman-teman dan semoga PPIM akan selalu eksis di kalangan pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Malaysia. Have a good day everyone😊 . . . Please visit our : website : ppi-malaysia.org Facebook : Media Center PPI Malaysia Twitter : @ppi_malaysia Instagram: @ppi_malaysia Youtube : ppi malaysia 🇮🇩DEDIKASI🇮🇩SINERGI🇮🇩PRESTASI #PpiMalaysia #DedikasiSinergiPrestasi #Eksistensi #8Kfollowers

1

cringespotted

Jujur dari lubuk hati yang terdalam dan pikiran yang selalu mencoba untuk tetap warass....akun ini, CRINGESPOTTED nii terbentuknya tanpa ada niatan untuk membangun sebuah eksistensi...kami disini hanya MENCOBA dan BERHARAP akun ini bisa menjadi media untuk membuka pikiran masyarakat ! Yang selama ini tertuntun dengan satu arah,selama ini akun2 media informasi berdiri sendiri dan berjaya.tanpa ade pihak yang bertolak belakang dengan mereka.mungkin ada,hanya saja secara personal...apa yang bisa dilakukan seseorang jika sendiri??? Hanya memendam didalam hati.itulah mengapa akun ini terbentuk.bisa dibilang ini sebuah pergerakan.pergerakan yang terbentuk dari informasi2 tidak valid,media2 abstrak,netijen2 penyembah media abstrak,dan insan2 yang menolak untuk pintar...jika kalian masih menganggap akun ini untuk mencari eksistensi..... itu adalah mutlak hak kalian ,kalian bebas beranggapan. Setidak nya satu hal yang perlu kalian tau... KAMI TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI !!!! WAHAHAHAHAHAAAAA #takpostingseharitakutfollowerslari #kapitalis #pontianakmedia #antikritikkritikclub #eksistensi #takberlaku #bukansahabatpi #cringe #bangga #endorsekwproduct

2

fachrulmoe

Di film abis Dari puncak mereka berenang. Jangan diikutin. Boro-boro mau berenang. Minum air anget aja organ dalam badan beku gegara suhu udara dingin -__-. . Oiyah btw ini foto Di Taman mini Indonesia Indah diambil saat perpisahan sekolah. #pendakiindonesia #mountainesia #mountsemeru #ranukumbolo #dakigunung #eksistensi #tampandanberani #smackdown #oke #rhomairama #dangdutpantura

22

dmaung_original

Karena sedianya #PERSIBJUARA 🌟🌟 TIDAK dapat TERLECEHKAN hanya dengan sebuah kesettt butut (sampah ibukota) + seonggok komdis (komisi disabilitas) + seekor washit (pemain ke-12 Mu) #eksistensi 👆💩🐕. #2018juarakeun 🌟🌟🌟 #borntobechampion 💜🐯 *mugia nu nincak keset eta kapalleun 7 turunnan saumur hirup 🙏

3

jelajah_pasirkuda

#Repost @prabu_selim_wangi ・・・ _ Real Life is the Secret Visual Sadar atau tidak, sebuah kontestasi sandiwara Pergulatan mimpi dan kenyataan menuntut kesempurnaan Mengambil bayangan jejak cerita Mungkin dalam bentuk aurora atau sayap fatamorgana Sebuah tuntutan eksistensi, kebutuhan pengakuan diri Bantuan manipulasi untuk semuanya dikelabui, bahkan mungkin Tuhan sekalipun Melepaskan dahaga jiwa Terlanjur mencintai kehidupan, hingga tujuanpun terpaksa dilupakan Nalar makhluk binal lebih rumit dari pada jejak makhluk astral Dipertarungkannya mata hati dan mata raga Maka yang Kuat itu yang juara Iblis dan manusia kadang bertingkah sama Menganggap paling suci atau paling kuasa Melepaskan dahaga jiwa Atau Sekedar mengangkat jari tengah, untuk memberi salam pada setiap masalah Terlanjur diperkosa keadaan, maka nikmati dan kuatkan Tidak cukup untuk disesalkan tahu takdir melaju diperputaran Kehidupan yang nyata tak bisa dirupa Reaksioner alunan irama derita Sukur, tafakur, dialog dan do'a yang dicipta terhadap Gusti Mulya Raya ___ Terimakasih untuk teman yang mengingatkan dengan perkataan "Eling yen Gusti boten Sare Yakinlah bahkan Tuhan tidak sedang bermain Dadu". ___ #traveling #wisata #photography #visual #life #sandiwara #tadaburalam #tafakur #eksistensi #problemantika #kehidupan #yakin #gusti

0

jk.hijab

1

semoetdjantan

0

badboysprsb

Kebodohan yang bodoh sekali ada yg kenal sama @achmatdonnyy ini badboys nya nanggung ni bocah pengen ngajak ngopi dimari #persibfans #bobotohpersib #persibbandung #bandung #eksistensi #bodoh

6

arwahmati

Penggambaran pocong atau pocongan biasanya berbentuk jenazah yang dibalut kain kafan. Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, ini menjadikan ciri khas dan patut kita apresiasi. Sedangkan pemakaian kafan biasanya dilakukan setelah jenazah dimandikan dan ketujuh lubang utama tubuh (kedua mata, kedua lubang hidung, dua lubang telinga, dan anus) disumbat kapas. Kapasnya pun juga tidak harus yang 100% cotton seperti pada vape. Ke-eksistensi-an hantu ini pun tetap diakui umat beragama non muslim, karena penggambarannya memang mengikuti tradisi muslim. Informasi yang beredar di masyarakat, menatap mata pocong apalagi dalam jarak dekat itu efeknya bisa membekukan badanmu menjadi kaku susah bergerak. Entah itu karena memang kemampuan mistisnya atau bisa jadi juga reaksi psikologis orang yang melihatnya. Oleh karena itu pocong sangatlah membantu saat membuat mannequin challenge. #pocong #jenazah #arwahmati #arwah #mati #hantu #roh #makhlukhalus #jin #setan #syaitan #seram #serem #horor #kafan #kepercayaan #apresiasi #lubang #mata #hidung #telinga #anus #kapas #vape #eksistensi #muslim #freeze #mistis #mannequin #mannequinchallenge

3

prabu_selim_wangi

_ Real Life is the Secret Visual Sadar atau tidak, sebuah kontestasi sandiwara Pergulatan mimpi dan kenyataan menuntut kesempurnaan Mengambil bayangan jejak cerita Mungkin dalam bentuk aurora atau sayap fatamorgana Sebuah tuntutan eksistensi, kebutuhan pengakuan diri Bantuan manipulasi untuk semuanya dikelabui, bahkan mungkin Tuhan sekalipun Melepaskan dahaga jiwa Terlanjur mencintai kehidupan, hingga tujuanpun terpaksa dilupakan Nalar makhluk binal lebih rumit dari pada jejak makhluk astral Dipertarungkannya mata hati dan mata raga Maka yang Kuat itu yang juara Iblis dan manusia kadang bertingkah sama Menganggap paling suci atau paling kuasa Melepaskan dahaga jiwa Atau Sekedar mengangkat jari tengah, untuk memberi salam pada setiap masalah Terlanjur diperkosa keadaan, maka nikmati dan kuatkan Tidak cukup untuk disesalkan tahu takdir melaju diperputaran Kehidupan yang nyata tak bisa dirupa Reaksioner alunan irama derita Sukur, tafakur, dialog dan do'a yang dicipta terhadap Gusti Mulya Raya ___ Terimakasih untuk teman yang mengingatkan dengan perkataan "Eling yen Gusti boten Sare Yakinlah bahkan Tuhan tidak sedang bermain Dadu". ___ #traveling #wisata #photography #visual #life #sandiwara #tadaburalam #tafakur #eksistensi #problemantika #kehidupan #yakin #gusti

33

kataksara

Memang hidup itu indah . Tegangan eksistensial yang indah . Keputusan yang paradoksikal . Keberadaan yang membingungkan . Hidup itu seni, kamu senimannya . Mari menyelami keindahan . . . . . (Gambar diambil dari: "The Fall of the Damned" oleh Peter Paul Rubens -circa 1600; kutipan dari: F. Dostoevsky, filsuf & novelis Rusia) . . #kataksara #aksara #dostoevski #russia #philosophy #filsafat #hidup #seni #indah #puisi #eksistensial #eksistensi #berbagirasa #janganlupabahagia #jakarta #indonesia

0

tbchakrajogja

1

ignsabdo.is

Selfie ...agak narsis ... #kekinian #eksistensi #

15

pikologi

0

tengengean

Karena mendaki Gunung bersifat ekslusif maka banyak orang kemudian menjadi tertarik. Bukan karena kemampuannya dalam skill dan knowledge namun karena keinginan untuk “naik kasta” karena kelompok special interest tourist dianggap lebih bergengsi dibanding kelompok general interest tourist. Persis sama dengan sebagian kelompok yang memilih minum kopi di Starbuck bukan bertujuan untuk menikmati cita rasa kopinya namun gengsinya, juga membeli iPad terbaru bukan karena kebutuhan namun mengharap pengakuan sebagai orang yang tidak ketinggalan jaman. Ini adalah life style dan bukan interest. #Mylifestylemyadventure #travellerkaskus #dokumentasi #belajarinstagram #gantihoby #adventure_culture #mendaki #eksistensi

15

kerten259

...... Hamemayu Hayuning Bawana ----------------- Rasa qonaah yang semakin dimantapkan, Ibarat memakai pakaian sutra yang indah. Selalu mawas diri !!! Semua tingkah laku yang halus, Diserapkan kedalam jiwa, dirawat seperti emas. Dihiasi dengan keselamatan, dan dipajang seperti permata, agar mengetahui akan kemauan berbagai tingkah laku manusia. ------------------ #Eksistensi KKN #Support GelarLangit #Alhamdulillah'alaKulliHalin #Barokah #KKN_259 #Lillahita'ala #AmuktiTanpoPiranti #AdipatiJagadMada #WahyuTumilih #KoloSebo #OraGumunan #Pokok Mantep. ------------------- Teruntukmu al-Fatikhah... Sunan Kalijaga, Syekh Maloyo, Brandal Loka jaya.

0

sahabat_hijrah_krispi

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji By @felixsiauw #tiktok #musically #muslimah #eksistensi

0

rumanaceh

#persiapan_sekolah Sejak pekan lalu, bunda-bunda guru melakukan persiapan dimulainya tahun ajaran baru 2018/2019 yang sesaat lagi kan tiba. Di antara persiapan itu, dari pagi hingga siang, bunda guru membuat kreasi APE (alat permainan edukatif) dengan bermacam bahan. Sebagai informasi, 55 anak dhuafa dan keluarga rentan secara sosial, akan belajar gratisan. Semua sarana telah disiapkan. Di antaranya, 4 macam seragam yang sama dengan anak berbayar. Ramah anak dan tidak ada pembedaan perlakuan antara mereka. Itulah komitmen mendasar sejak kita mulai berkontribusi dalam pendidikan formal tingkat PAUD pada tahun ajaran 2015/2016 lalu. Mohon doa sahabat semua agar Allah ridhai dan berkahi khidmah kita di tahun ke empat ini. Amin ya rabbal 'alamin. Terima kasih kami haturkan kepada semua donatur tetap atas kesediaan tulus mereka membersamai kita. Allah yang maha kaya akan membalaskan kebaikan mereka. Amin ya mujibas sailin... #indonesia #aceh #bandaaceh #rumanaceh #pendidikanformal #sekolahgratis #dhuafa #rentan #paud #pendidikananakusiadini #derma #donasi #berbagi #kontribusi #eksistensi #bahagia

2

jokobaskoro

Langkah langkah dalam mempertahankan eksistensi demokrasi kapitalis #jokobaskoro #demokrasi #democrazy #eksistensi #kapitalis #kapitalisme #eksistensi

0

rifaldiwidya

4

teguhjukir

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

addtyrngga24

Ku Bunuh Rasa TAKUT MATI Untuk PERSIBKU Karna Ku Yakin TUHAN SELALU BERSAMAKU,,, #Eksistensi Tai Anjingg

1

rinoawalmucholik

0

bbennyputra

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

jefriyou10

In self.. #eksistensi

0

3ajudan_band

T.G.I.F !! .SELAMAT PAGI & Beraktifitas “BOSSQUE”!!. ☺️☺️ . . #soon #3rd #single #song #3ajudan #tlda #pembuktian #eksistensi #music #indonesia #band #zaman #now #fresh

0

aboey_tekkorgarage

Bukti eksistensi hidup bersosial dan bermartabat... Hidup tdk ada yg kalah tdk ada yg menang, yg kalah tdk selamanya kalah yg menang tdk selamanya menang yg penting hidup bermanfaat bagi orang lain itulah kemenangan yg hakiki in sya Alloh... #haripemilihanpilkada #eksistensi #bermartabat #bermanfaat #pilihsesuaihatinurani #menagkalahbiasa #demokrasi #corollatwincamindonesia #chaptertasikmalaya #bludust #2019gassbali #semogatercapai #2019nikah #amin

6

nurinsaafr

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

intelektualm

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaatkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

0

syahrul_zidan

W A J A H E K S I S T E N S I . . . . Cianjur, 25 Juni 2018 #manequin #streetphotogrpy #wajah #eksistensi #photograpy

2

liana_5113

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji By @felixsiauw #tiktok #musically #muslimah #eksistensi

3

bukupesugihan

Vincent Martin . Filsafat Eksistensialisme . (Kierkegaard, Sartre, Camus) . Yogyakarta: Pustaka Pelajar . 2003 . 84 hlm . IDE 15.000 . #eksistensi #eksistensialisme #sartre #camus #filsafat #kierkegaard #buku #caribuku #bukuori #bukupemikiran #bukustagram

0

norrahma_sukowati

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

2

teguhjukir

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan bahwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

1

hijabalila_tambunonline

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji Repost akun @felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

renyanggraenii

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

yumitaanisa

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

0

chintamutiara

Beginilah asal berlagak menjadi mami muda dua anak, yg masih ngeksis terus mengarungi laut 😅😂 Awas hpnya kalo jatuh mewek 😆 . . Laut dan kehidupannya membuat rindu😍 memang😊 . #eksistensi #berlayar⛵️

1

eksistensi_017b

0

eksistensi_017b

0

rachmawidyaningayu

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaatkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

tokobukuimpor

Dalam The Sickness unto Death, #Kierkegaard bergerak melampaui #kecemasan pada tingkat #menjual #emosional ke tingkat #spiritual, di mana -dalam #kontak dengan 3 kekal- kecemasan menjadi #keputusasaan. Baik kecemasan dan keputusasaan mencerminkan tidak ada hubungan yang timbul dalam diri ketika unsur-unsur #sintesis -yang tak terbatas dan yang terbatas- tidak datang ke hubungan yang benar dengan satu sama lain. Keputusasaan adalah #ekspresi yang lebih dalam untuk kecemasan dan merupakan tanda dari #kekekalan, yang dimaksudkan untuk menembus #eksistensi #temporal.

0

ghaziyah017

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

forja_10

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

asmaulhusna_d

Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji @felixsiauw @felix.siauw #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

1

jagatmaheswari

Eksis memang perlu... Berkembang itu lebih penting. Menyampaikan informasi yg berguna & menginspirasi orang lain melalui berbagai sarana memperluas cakrawala pengetahuan. Bukan menggurui tapi pembelajaran diri untuk lebih baik lagi. So, berisiklah pada tempatnya #Eh🙊😄 #radio #eksistensi Dunia #blogger #selfdevelopment #komunitas @radiodakta @bloggermungil

8

mantoi.maf

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

2

emaelfina

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

remajaislamhebat

Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji @felixsiauw @felix.siauw #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

9

irhamburhanudin

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

1

dewanti_kirana

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan bahwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaatkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

yenimarpurwaningsih

Generasi Tanpa Rasa Malu @felixsiauw Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #muslimah #eksistensi

0

armandbujadhna

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

2

akmaldaeng

#Eksistensi, kapan kemari?

1

salmahika

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan bahwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaatkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah ? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

agungsyhrj

0

ahida_indayani

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaatkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

nadnad_999

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya #eksistensi semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi #likes #followers #subscribers #share #reach dan #rating mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah #populer berdatangan, hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program #aplikasi masa kini merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi #trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, #ujub #riya #takabur namun disalahartikan bahwa saya mengharamkan #selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya #malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja #zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah #hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji . #felixsiauw #Muhammad #Dakwah #Istiqomah #Hijrah

0

etienenoery

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaatkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

yarni_faakhirah12

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaatkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

harry_asyari

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji @felixsiauw #tiktok #musically #felixsiauw #eksistensi

0

_nurhikmah_j

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

1

rinichrist30

Generasi Tanpa Rasa Malu Ustadz felix s Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #muslimah #eksistensi

0

anggahkurniawan

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yg namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yg diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yg dikorbankan itu justru yg menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yg lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yg berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yg salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yg sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yg lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yg seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji - ust #felixsiauw #tiktok #musically #muslim #muslimah #eksistensi #zamanno

0

futihatulm

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

walidtahkim

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

fitrianidila

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

0

mulia_000

//Generasi Tanpa Rasa Malu// Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #zamannow

0

pecinta_sastra___

Generasi Tanpa Rasa Malu. Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan. Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun. Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya. Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya. Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh. Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati. Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie. Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan. Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi. Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri. Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Lanjut di komentar

1

ivohutrii

Generasi Tanpa Rasa Malu @felixsiauw Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tp dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jd terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yg diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yg dikorbankan itu justru yg menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yg lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yg salah, niat kita yg harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yg pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yg sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #zamannow #

0

zakariaa_as

➡👤@felixsiauw Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan bahwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #muslimah #eksistensi

0

aktivisdakwah.kampus

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

johan_ghazi

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

0

ikaamir08

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

1

nuyhsh26

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi

0

r.adilaa

Generasi Tanpa Rasa Malu Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya Tapi apa yang dikorbankan itu justru yang menjadikanmu manusia. Tahu diri, rasa malu, etika, kepantasan, kelayakan, tata krama, berbudaya, terdidik, apapun namanya Lihat program-program aplikasi masa kini, merangsang anak-anak muda lelaki dan wanita, beradu goyang paling janggal, berkompetisi mimik muka paling aneh Generasi yang lebih mementingkan eksistensi daripada isi, mati-matian latihan 99 transisi yang lagi trending dibandingkan menyiapkan bekal hidup dan mati Di awal 2015, waktu itu ketika trending selfie yang berlebihan, saya sudah mengingatkan tentang hal ini, ujub-riya-takabur, namun disalahartikan banwa saya mengharamkan selfie Dulu gambar tak bergerak, sekarang gambar bergerak, isinya sama, pamer eksistensi, narsisisme. Bukan aplikasinya yang salah, niat kita yang harus diperhatikan Menulis ini pun bisa karena eksistensi, menulis ini pun bisa karena ujub-riya-takabur, karenanya tulisan ini bukan untuk menyerang, tapi untuk introspeksi Tapi yang pasti, perempuan yang sekarang kecanduan tik-tok, musically atau aplikasi semisalnya, sebenarnya sedang menggerus kemuliaan dan kehormatan dirinya sendiri Entah yang lain, kalau saya, pasti takkan memilih Muslimah yang seperti itu. Tak bisa bayangkan, bila sudah punya cucu, cucunya bilang "gile nenek gue, eksis banget!". . Sekali lagi, bukan aplikasinya yang bermasalah, coba telisik niat kita. Bukan selfienya, bukan musiknya, tapi tingkah lakunya yang sudah tak punya malu itu Saran saya, mengapa tak kita manfaarkan saja zaman video ini dengan mengisi konten dakwah? Siapa tahu jadi wasilah hidayah bagi manusia, tetap ngetrend dan ngaji #tiktok #musically #felixsiauw #muslimah #eksistensi #za

0