Ingatmati Photos & Videos on Instagram

Report inappropriate content

fromhijrah_todakwah

- . Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #fromhijrahtodakwah #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_

0

didik_nur_pratama

. Jawab: . Wa'alaikumussalam . Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du . Orang yang tidak bisa puasa asyura  disebabkan udzur tertentu, tidak perlu meng-qadha’nya. Mengingat tidak ada dalil yang menjelaskan hal ini. Dan pahala puasa Asyura itu dikaitkan dengan kegiatan puasa di tanggal 10 Muharram saja. . Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya, ada orang yang tidak bisa menjalankan puasa Asyura disebabkan haid, apakah dia boleh meng-qadha’nya? . Jawaban yang beliau sampaikan . Amalan sunah itu ada 2: . 1.Amalan sunah yang memiliki sebab . 2.Amalan sunah yang tidak memiliki sebab . Untuk amalan sunah yang memiliki sebab, menjadi hilang kesempatannya dengan hilangnya sebab, dan tidak perlu di-qadha. Contoh, tahiyatul masjid. Ketika ada orang datang lalu duduk lama sekali, kemudian dia ingin melakukan tahiyatul masjid, maka shalatnya tidak terhitung sebagai tahiyatul masjid. . Karena tahiyatul masjid adalah shalat yang memiliki sebab, terikat dengan sebab tertentu. Ketika sebabnya hilang, maka tidak disyariatkan melakukannya. . Kemudian beliau melanjutkan . Contoh yang lain – menurut yang kita pahami – adalah puasa hari arafah dan hari Asyura’. Ketika seseorang menunda puasa hari Arafah dan hari Asyura tanpa udzur, kita semua tahu, dia tidak boleh meng-qadha’nya. Dan tidak ada manfaatnya andai dia meng-qadha’nya. Artinya tidak dinilai sebagai puasa hari Arafah atau hari Asyura . Beliau juga mengatakan: . Sementara ketika ada orang yang memiliki udzur, seperti wanita haid atau nifas atau karena sakit, yang kami pahami, dia juga tidak perlu meng-qadha’. Karena puasa ini khusus dengan hari tertentu, sehingga hukumnya tidak berlaku ketika hari tersebut sudah berlalu. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 20/43) . Tetap Memiliki Pahala jika Diiringi dengan Niat . Orang yang memiliki rutinitas amal tertentu, kemudian dia tidak bisa mengerjakannya disebabkan udzur, seperti sakit, haid, atau nifas, dan dia berniat untuk tetap menjalankan amal itu andai tidak ada udzur, maka dia tetap mendapatkan pahala sesuai amal yang dia niatkan . Lanjut Di Komentar . Sumber | Konsultasiayariah . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid

0

nomadianlifestyle

1

chantikaegysta

Repost @fiqihwanita_ Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_

2

amril_susanto

Regrann from @akhwalid - . Jawab: . Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du . Para ulama membagi hewan menjadi 3: . 1.Hewan yang diperintahkan syariat untuk dibunuh. Seperti kalajengking, ular, tikus, anjing hitam, dst. Disamping binatang ini berbahaya, mereka juga mengganggu . Rasulullah ﷺ bersabda, “Lima hewan yang semuanya jahat (mengganggu), boleh dibunuh walau di tanah suci; burung gagak, burung hering, anjing yang suka melukai, kalajengking dan tikus.” (HR. Muslim 2924) . 2.Hewan yang mengganggu. Hewan pengganggu, boleh dibunuh, sekalipun tidak ada perintah dari syariat untuk membunuhnya . Seperti binatang buas yang membahayakan, nyamuk, semut yang mengganggu, kecoa yang mengganggu, tawon yang ganggu atau lalat . 3. Hewan yang tidak mengganggu. Hewan yang tidak mengganggu, tidak boleh dibunuh. Nabi ﷺ menceritakan, ada wanita yang diadzab gara-gara menyiksa kucing.  Karena kucing bukan termasuk hewan yang mengganggu atau membahayakan manusia . Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda, “Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. . Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” (HR. Bukhari 2365 dan Muslim 5989) . Hukum Nabrak Kucing . Jika nabrak kucing ini di luar kesengajaan manusia, maka dia tidak menanggung resiko apapun. Kecuali jika hewan itu milik orang lain. Maka dia menanggung ganti rugi ke pemiliknya . Allah berfirman, “Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak senngaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. al-Ahzab: 5) . Sehingga tugas bagi mereka yang secara tidak sengaja menabrak kucing hingga mati adalah menguburnya, agar bangkai kucing ini tidak mengganggu orang lain . Apakah Ini Berpengaruh Pada Janin? . Kami tidak menjumpai adanya satupun dalil yang mengkaitkan antara tindakan membunuh binatang dengan kehamilan istri. Padahal kita sangat yakin, banyak istri sahabat yang hamil bertepatan dengan Idul Adha . Lanjut Di Komentar . Sumber | Konsultasisyariah . @akhwalid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwaht

0

cahya.gry

0

noval.yudho

Sahabatku, nasihat dalam kebenaran adalah salah satu jalan agar iman senantiasa tetap terjaga. Alloh SWT berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling mewasiati supaya mentaati kebenaran dan saling mewasiati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3) Tidak semua orang punya keterampilan menerima nasihat, orang sombong adalah salah satu orang yang tidak suka menerima nasihat. Sahabatku, mari kita simak video ini untuk lebih memahami makna dari sebuah nasihat. -Admin- #nasihatbagus #pesantrendaaruttauhiid #dt #mq #nasihat #kebaikan #musahabahdiri #intropeksidiri #pengingatdiri #videodakwah #yufidstore #penuhmakna #berjuang #peringatan #nasehat #introspeksidiri #sahabatislam #syiarislam #ghibah #backtojannah #oneminutedakwah #hijrahku #backtoistiqomah #dakwahitucinta #muhasabahdiri #ingatmati #islambaik #assahabah #islamdiary #motivasihijrah

0

johoni_is

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qashash : 77) . .@ustadzabdulsomad #ulama #ustadzabdulsomad #pencintaustadzabdulsomad #kajianustadabdulsomad #kajianustadzabdulsomad #ceramahustadsomad #ceramahustadabdulsomad #allahuakbar #allahswt #muhammadsaw #akhirat #perbaikidiri #pemudahijrah #perbaikisholat #nabimuhammadsaw #penahijrah #temanhijrah #akhirzaman #beraniberhijrah #dakwah #dakwahislam #ingatmati #renunganislam #renunganharian #muhasabahdiri #intropeksidiri #kajian #tauhid #ceramah #tausiyahislam .

0

dianayanmanan

38 . Born ● Live ● Die . We're born alone, we live alone, we die alone. Only through our love and friendship can we create the illusion for the moment that we're not alone. . But remember that ALLAH IS ALL KNOWING & ALWAYS WITH US. . Diana Yan Manan 19.09.2018 . #BakalJenazah #AhliaAzhardy #UmmuTuahIkierra #IngatMati #DuniaSementaraAkhiratSelamanya

1

cahya.gry

Proyek Amal Setiap yang bernyawa pasti akan meninggal dunia. Begitupun dengan saya. Yang menjadi renungan : Sudahkah mempersiapkan bekal ? Selagi diberikan kesempatan bernafas oleh Allah, selama itu juga kita sedang menanti kematian, bekalilah dengan amal kebaikan apapun yang akan membahagiakanmu di akherat kelak. Selagi masih diberi kesempatan maka berusahalah untuk membuat proyek amal kebaikan sebanyak-banyaknya.. #yukngaji #nasihat #islam #kematian #ingatmati #akherat #cahyageriyana #tobebetter #hijrah #pemudahijrah #jadibaik #kebaikan #genuscommunity #pemudainspiratif #moveon #dakwah #belajarjadibaik #quote #mncrgknskl #iman #pemuda #pemudabandung #weekend #bahagia #jomblo #allah #happy #sabar #explore

0

ningzakkyyah

0

eddoadiiputra

0

suleauto2000

1

mamanimers

1

infosahabatmuslimbandung

Ayo peduli kepada umat, berbagi Karena Allah,. . . . #infosahabatmuslim #kajianislam #kajiansunnah #fight #muslimbersatu #ingatmati #dakwah #dakwahpintar

0

doddywiyanto

2

mahyra_hijabku

fiqihwanita_ - . Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_

0

abu.hammam_

Regrann from @akh_walid - . Jawab: . Wa'alaikumussalam . Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du . Orang yang tidak bisa puasa asyura  disebabkan udzur tertentu, tidak perlu meng-qadha’nya. Mengingat tidak ada dalil yang menjelaskan hal ini. Dan pahala puasa Asyura itu dikaitkan dengan kegiatan puasa di tanggal 10 Muharram saja. . Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya, ada orang yang tidak bisa menjalankan puasa Asyura disebabkan haid, apakah dia boleh meng-qadha’nya? . Jawaban yang beliau sampaikan . Amalan sunah itu ada 2: . 1.Amalan sunah yang memiliki sebab . 2.Amalan sunah yang tidak memiliki sebab . Untuk amalan sunah yang memiliki sebab, menjadi hilang kesempatannya dengan hilangnya sebab, dan tidak perlu di-qadha. Contoh, tahiyatul masjid. Ketika ada orang datang lalu duduk lama sekali, kemudian dia ingin melakukan tahiyatul masjid, maka shalatnya tidak terhitung sebagai tahiyatul masjid. . Karena tahiyatul masjid adalah shalat yang memiliki sebab, terikat dengan sebab tertentu. Ketika sebabnya hilang, maka tidak disyariatkan melakukannya. . Kemudian beliau melanjutkan . Contoh yang lain – menurut yang kita pahami – adalah puasa hari arafah dan hari Asyura’. Ketika seseorang menunda puasa hari Arafah dan hari Asyura tanpa udzur, kita semua tahu, dia tidak boleh meng-qadha’nya. Dan tidak ada manfaatnya andai dia meng-qadha’nya. Artinya tidak dinilai sebagai puasa hari Arafah atau hari Asyura . Beliau juga mengatakan: . Sementara ketika ada orang yang memiliki udzur, seperti wanita haid atau nifas atau karena sakit, yang kami pahami, dia juga tidak perlu meng-qadha’. Karena puasa ini khusus dengan hari tertentu, sehingga hukumnya tidak berlaku ketika hari tersebut sudah berlalu. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 20/43) . Tetap Memiliki Pahala jika Diiringi dengan Niat . Orang yang memiliki rutinitas amal tertentu, kemudian dia tidak bisa mengerjakannya disebabkan udzur, seperti sakit, haid, atau nifas, dan dia berniat untuk tetap menjalankan amal itu andai tidak ada udzur, maka dia tetap mendapatkan pahala sesuai amal yang dia niatkan . Lanjut Di Komentar . Sumber | Konsultasiayariah #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah

0

abu.hammam_

Regrann from @akhwalid - . Jawab: . Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du . Para ulama membagi hewan menjadi 3: . 1.Hewan yang diperintahkan syariat untuk dibunuh. Seperti kalajengking, ular, tikus, anjing hitam, dst. Disamping binatang ini berbahaya, mereka juga mengganggu . Rasulullah ﷺ bersabda, “Lima hewan yang semuanya jahat (mengganggu), boleh dibunuh walau di tanah suci; burung gagak, burung hering, anjing yang suka melukai, kalajengking dan tikus.” (HR. Muslim 2924) . 2.Hewan yang mengganggu. Hewan pengganggu, boleh dibunuh, sekalipun tidak ada perintah dari syariat untuk membunuhnya . Seperti binatang buas yang membahayakan, nyamuk, semut yang mengganggu, kecoa yang mengganggu, tawon yang ganggu atau lalat . 3. Hewan yang tidak mengganggu. Hewan yang tidak mengganggu, tidak boleh dibunuh. Nabi ﷺ menceritakan, ada wanita yang diadzab gara-gara menyiksa kucing.  Karena kucing bukan termasuk hewan yang mengganggu atau membahayakan manusia . Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda, “Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. . Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” (HR. Bukhari 2365 dan Muslim 5989) . Hukum Nabrak Kucing . Jika nabrak kucing ini di luar kesengajaan manusia, maka dia tidak menanggung resiko apapun. Kecuali jika hewan itu milik orang lain. Maka dia menanggung ganti rugi ke pemiliknya . Allah berfirman, “Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak senngaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. al-Ahzab: 5) . Sehingga tugas bagi mereka yang secara tidak sengaja menabrak kucing hingga mati adalah menguburnya, agar bangkai kucing ini tidak mengganggu orang lain . Apakah Ini Berpengaruh Pada Janin? . Kami tidak menjumpai adanya satupun dalil yang mengkaitkan antara tindakan membunuh binatang dengan kehamilan istri. Padahal kita sangat yakin, banyak istri sahabat yang hamil bertepatan dengan Idul Adha . Lanjut Di Komentar . Sumber | Konsultasisyariah . @akhwalid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwaht

0

abu.hammam_

Regrann from @akh_walid - . Ini merupakan pendapat Malikiyah . Waktu isya ada 2 . 1.Waktu ikhtiyari, sejak hilangnya mega merah di ufuk barat sampai sepertiga malam pertama atau tengah malam . 2.Waktu dharuri, menurut pendapat lain diistilahkan dengan waktu jawaz (toleransi) . Bagi mereka yang berada dalam kondisi normal, bisa melaksanakan shalat isya’ selama waktu ikhtiyari. Dan tidak boleh mengerjakannya di waktu dharuri atau waktu jawaz, kecuali jika ada udzur . Ini merupakan pendapat Syafi’iyah dan Hambali. (at-Tarjih fi Masail Thaharah wa Shalat, 132 – 138) . Dalam al-Mustau’ib dinyatakan, . Waktu terakhir shalat isya sampai sepertiga malam. Dan ada riwayat darinya, sampai tengah malam. Dan sisanya waktu jawaz dan dharurat sampai terbit fajar subuh. (al-Mustau’ib, 1/125) . Berdasarkan keterangan di atas, ada beberapa yang bisa kita simpulkan . 1.Ulama 4 madzhab sepakat bahwa mereka yang shalat isya’ setelah pertengahan malam statusnya ada’ (mengerjakan shalat pada waktunya), dan bukan qadha’ (mengerjakan shalat di luar waktu). . 2.Ulama 4 madzhab sepakat bahwa shalat isya’ setelah pertengahan malam, shalatnya sah. . 3.Mereka berbeda pendapat mengenai status orang yang shalat isya setelah pertegahan malam. Ada yang menyebut itu waktu dharurat, sehingga berlaku dalam kondisi darurat. . Ada yang menyebut waktu jawaz (toleransi), sehingga berlaku untuk yang punya udzur. dan ada yang menyebut boleh namun makruh, serta ada yang membolehkan tanpa makruh. . Untuk alasan kesempurnaan ibadah shalat isya, ditekankan agar dikerjakan sebelum pertengahan malam atau sepertiga malam. Dan tidak melebihi waktu pertengahan malam, kecuali jika ada udzur. . Allahu a’lam… . Baca selengkapnya: https://konsultasisyariah.com/29289-batas-akhir-waktu-shalat-isya.html . @akh_walid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf - #abuhammam_

0

behaviorofquran

Hukum Go Food & Go Mart . Ada banyak kegiatan yang tidak bisa dilakukan manusia sendirian. Karena itu dia butuh tenaga orang lain untuk membantunya. Di situlah syariat memberikan kemudahan dengan adanya akad wakalah (mewakilkan). . Hanya saja, orang yang melakukan tugas yang kita inginkan terkadang harus dibayar. Dalam hal ini, syariat memboleh wakalah bil ujrah (menyuruh orang lain dengan bayaran tertentu). . Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemahlembut”. (QS. al-Kahfi: 19). . Dalam kasus go food atau go mart, pihak pelanggan memesan makanan atau barang. Dan umumnya driver go food tidak mendatangi pelanggan, tapi langsung ke rumah makan atau tempat belanja untuk membeli pesanan yang diinginkan pelanggan. Ketika driver belum diberi uang oleh pelanggan, dia harus memberi talangan. Dan kita memahami, talangan itu adalah utang. . [1] Akad jual beli jasa wakalah untuk beli makanan/barang. . [2] Akad utang (talangan). . Adapun dalil yang melarang penggabungan akad utang dan jual beli: . Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menggabungkan antara akad jual-beli dan akad utang. (HR. Ahmad 6918 & Tirmizi 1278). . Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, . Tidak halal, utang digabung dengan jual beli. (HR. Ahmad 6671, Abu Daud 3506 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth). . Mengapa Dilarang Menggabungkan Jual Beli dengan Utang? . Dari keterangan Imam Ahmad, adanya larangan menggabungkan utang dengan jual beli, tujuan besarnya adalah menutup celah riba. . Karena saat mungkin pihak yang memberi utang, mendapat manfaat dari transaksi jual beli yang dilakukan. "Dan setiap utang yang menghasilkan manfaat adalah riba." . ⤵️⤵️⤵️

2

susanheniabetra

Regrann from @fiqihwanita_ - . Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_ - #regrann

1

daisyhijrahstory

Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf

0

dhiiyaaulhaq

. Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . @akh_walid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf

0

ingatmati.id

1

argaharmidian

@Regrann from @akh_walid - . Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . @akh_walid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf

0

octavia05mega

Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_

0

liseindiani

Regrann from @fiqihwanita_ - . Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_ - #regrann

0

meirinasulviyanti

. Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_

1

akh_walid

. Jawab: . Wa'alaikumussalam . Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du . Orang yang tidak bisa puasa asyura  disebabkan udzur tertentu, tidak perlu meng-qadha’nya. Mengingat tidak ada dalil yang menjelaskan hal ini. Dan pahala puasa Asyura itu dikaitkan dengan kegiatan puasa di tanggal 10 Muharram saja. . Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya, ada orang yang tidak bisa menjalankan puasa Asyura disebabkan haid, apakah dia boleh meng-qadha’nya? . Jawaban yang beliau sampaikan . Amalan sunah itu ada 2: . 1.Amalan sunah yang memiliki sebab . 2.Amalan sunah yang tidak memiliki sebab . Untuk amalan sunah yang memiliki sebab, menjadi hilang kesempatannya dengan hilangnya sebab, dan tidak perlu di-qadha. Contoh, tahiyatul masjid. Ketika ada orang datang lalu duduk lama sekali, kemudian dia ingin melakukan tahiyatul masjid, maka shalatnya tidak terhitung sebagai tahiyatul masjid. . Karena tahiyatul masjid adalah shalat yang memiliki sebab, terikat dengan sebab tertentu. Ketika sebabnya hilang, maka tidak disyariatkan melakukannya. . Kemudian beliau melanjutkan . Contoh yang lain – menurut yang kita pahami – adalah puasa hari arafah dan hari Asyura’. Ketika seseorang menunda puasa hari Arafah dan hari Asyura tanpa udzur, kita semua tahu, dia tidak boleh meng-qadha’nya. Dan tidak ada manfaatnya andai dia meng-qadha’nya. Artinya tidak dinilai sebagai puasa hari Arafah atau hari Asyura . Beliau juga mengatakan: . Sementara ketika ada orang yang memiliki udzur, seperti wanita haid atau nifas atau karena sakit, yang kami pahami, dia juga tidak perlu meng-qadha’. Karena puasa ini khusus dengan hari tertentu, sehingga hukumnya tidak berlaku ketika hari tersebut sudah berlalu. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 20/43) . Tetap Memiliki Pahala jika Diiringi dengan Niat . Orang yang memiliki rutinitas amal tertentu, kemudian dia tidak bisa mengerjakannya disebabkan udzur, seperti sakit, haid, atau nifas, dan dia berniat untuk tetap menjalankan amal itu andai tidak ada udzur, maka dia tetap mendapatkan pahala sesuai amal yang dia niatkan . Lanjut Di Komentar . Sumber | Konsultasiayariah . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid

24

fiqihwanita_

. Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . #credit @akh_walid #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf #fiqihwanita_

15

er.209

0

srilestari.03

0

nitawevinuni_

Semoga bermanfaat 👇👇👇 Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . @akh_walid . #akhirat  #dosa  #maksiat #muslimah  #muslim  #ingatmati  #dakwah #dakwahtauhid  #dakwahsunnah  #islam  #islami #tauhid #sunnah  #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah  #muslimah #muslim  #salafi  #salaf

1

pemuda_hijrahshift

0

pemuda__masjid

1

asistshopers

#Repost @muslim.zone_ (@get_repost) ・・・ . Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . @akh_walid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf

1

taarufsumsel

Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . akh_walid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf - #regrann

2

zumar_marialla

Regrann from @akh_walid - . Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . @akh_walid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf - #regrann

0

sha_tama

0

ayo_tobatt

0

azharsyahab

0

fauzan_razak97

Bismillah... Tak usah berbangga jika kita selalu berada di atas,kerana akhirnya jatuh ke tanah juga. . . #deepmotivation #selfmotivation #matiitupasti #ingatmati #munafik4

6

infosahabatmuslimbandung

0

madukelengkeng

Repost @madubatuk - #ayahKamu sangat menyayangi dirikuKeringatmu menjadi inspirasikuTawamu yang selalu aku rindukanDan sedihmu adalah deritaku. . Kasih sayang dari ayah sama seperti kasih sayang ibu. Takkan pernah ada gantinya.......~~~~~~~Gak hujan gak terang, namanya sakit bisa datang kapan aja, betul? yetok obat2an yang alami dari herbal jelas pilihan bijak agar keluarga tetap sehat, energik dan tidak mudah sakit2an. Minum madu, habbatussauda, sari kurma, minyak zaitun dan obat tradisional tentu solusi yang baik, bukan? Beli di @tokoherbalmuslim aja garansi 100% asli hub 089694107599 (fast respon)~~~~~~~ . #bakti #sabda #mukmin #indonesiaforpalestine #portaldakwahid #musibah #maulidnabimuhammad #terasdakwah #ingatmati #khzainuddinmz #ridho #hikmah #manusiabiasa #sastrawan #pengorbanan #sadardiri #introspeksidiri #karizunique #tareem_lovers #kebenaran #motivasihijrah #hijrah #negriakhirat #benerbareng #nasehatislam #dakwahliterasi #ukhty #kebaikan

0

afiqtrulyredz

Dari Abu Bakar r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: "Jadilah kamu seorang yang alim, atau orang yang belajar ilmu agama, atau orang yang gemar mendengar pengajian agama dengan teliti, atau menjadi orang yang mencintai ilmu dan ahli ilmu. Dan jangan kamu menjadi orang yang kelima, yang mana kamu akan binasa. Kelima ialah kamu membenci ilmu dan ahli ilmu". (HR Tabrani) #Repost @videokuliah_uai • • • • • #muhasabahdiribersama #ingatmati #duniahanyasementara #akhiratkekalabadi

0

sigitwofficial

Regrann from @muslim.zone - . Jawab: . Wa'alaikumussalam . boleh sekali. Boleh saja bagi wanita mengenakan bedak dan kosmetik di wajahnya, tujuannya untuk mempercantik diri. . Namun ingat, mempercantik diri di sini hanya untuk suami, bukan untuk laki-laki lain, bukan untuk orang luar rumah, bukan untuk mempercantik diri di luar rumah. Lihat sekali lagi tuntutan dalam ayat ini . Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka . Atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.(QS. An-Nur: 31) . Adapun dalil yang menunjukkan bahwa wanita boleh menggunakan bedak adalah hadits berikut. . Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, . “Sifat parfum laki-laki, baunya nampak sedangkan warnanya tersembunyi. Adapun sifat parfum wanita, warnanya nampak namun, baunya tersembunyi.”(HR. Tirmidzi, no. 2787) . Kalau parfum laki-laki sangat jelas seperti yang dimaksud dalam hadits, itulah yang kita temukan dalam parfum yang digunakan oleh para pria saat ini. . Sedangkan parfum wanita adalah parfum yang tidak nampak baunya, namun warnanya nampak. . Apa yang dimaksud kalau begitu? Kalau kita lihat dari keterangan Syaikh Abu Malik dalam Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm 420 . yang dimaksud adalah bedak. Karena bedak itu warnanya terlihat, baunya tidak. . Namun ada dua syarat yang dikemukakan oleh para ulama ketika wanita ingin berhias diri dengan bedak dan kosmetik: . 1.Tidak bertujuan mengelabui orang. . 2.Kosmetik yang digunakan tidak berbahaya bagi kulit . Dua syarat di atas disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi 4: 418, juga difatwakan oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz (mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) . Semoga bermanfaat. . Sumber | Remajaislam . @akhwalid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #isl

0

madukelengkeng

Repost @madubatuk - LLH SLLU D PSTI MLIHTMU !!!ㅤda seseorang yang ketika di hadapan orang banyak terlihat alim dan shalih. amun kala sendirian, saat sepi, ia menjadi orang yang menerjang larangan llahㅤInilah yang dapat dilihat dari para penggiat dunia maya. Ketika di keramaian atau dari komentar ia di dunia maya, ia bisa berlaku sebagai seorang alim dan shalih. amun bukan berarti ketika dalam kesepian, ia seperti itu pula. Ketika sendirian browsing internet, ia sering bermaksiat. Pandangan dan pendengarannya tidak bisa ia jagaㅤKeadaan semacam itu telah disinggung oleh abi shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari. Dalam hadits dalam salah satu kitab sunan disebutkan,ㅤDari Tsauban, dari abi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. amun llah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”ㅤRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “dapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. kan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada llah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. l-Hafizh bu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnu Majah membawakan hadits di atas dalam Bab “Mengingat Dosa”.ㅤ=========Mari difollow yuk akun IG kita -> @madubatuk biar bisa dptin update-annya rutin terus ya========= #maksiat #mukmin #ingatmati #dzikir #hadits #musibah #aqidah #akhirat #dakwahtauhid #backtoistiqomah #ustadzabuyahyabadrusalam #salafy #ampunan #hikmah #akhlak #amalan #salaf #yufidtv #dakwahsunnah #kajiansunnah #kajian1menit #manhaj #hadist #indonesiabertauhidofficial

0

umat.akhir.zamann

@akhwalid • • • • • . Jawab: . Wa'alaikumussalam . boleh sekali. Boleh saja bagi wanita mengenakan bedak dan kosmetik di wajahnya, tujuannya untuk mempercantik diri. . Namun ingat, mempercantik diri di sini hanya untuk suami, bukan untuk laki-laki lain, bukan untuk orang luar rumah, bukan untuk mempercantik diri di luar rumah. Lihat sekali lagi tuntutan dalam ayat ini . Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka . Atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.(QS. An-Nur: 31) . Adapun dalil yang menunjukkan bahwa wanita boleh menggunakan bedak adalah hadits berikut. . Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, . “Sifat parfum laki-laki, baunya nampak sedangkan warnanya tersembunyi. Adapun sifat parfum wanita, warnanya nampak namun, baunya tersembunyi.”(HR. Tirmidzi, no. 2787) . Kalau parfum laki-laki sangat jelas seperti yang dimaksud dalam hadits, itulah yang kita temukan dalam parfum yang digunakan oleh para pria saat ini. . Sedangkan parfum wanita adalah parfum yang tidak nampak baunya, namun warnanya nampak. . Apa yang dimaksud kalau begitu? Kalau kita lihat dari keterangan Syaikh Abu Malik dalam Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm 420 . yang dimaksud adalah bedak. Karena bedak itu warnanya terlihat, baunya tidak. . Namun ada dua syarat yang dikemukakan oleh para ulama ketika wanita ingin berhias diri dengan bedak dan kosmetik: . 1.Tidak bertujuan mengelabui orang. . 2.Kosmetik yang digunakan tidak berbahaya bagi kulit . Dua syarat di atas disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi 4: 418, juga difatwakan oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz (mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) . Semoga bermanfaat. . Sumber | Remajaislam . @akhwalid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #i

0

husnibadar.krb_1706

0

husnibadar.krb_1706

0

listyowatinanik

untuk kita renungkan ... #bilaesoktiada #ingatmati #istighfar

0

aurora.abdillah

. Jawab: . Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh . Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah . Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam. . Imam al-Buhuti Al-Hambali dalam Kasyaful Qana’ mengatakan: . Tidak dianjurkan untuk berbicara ketika berwudhu, bahkan dimakruhkan. Ini adalah pendapat sekelompok ulama. . Maksud makruhnya berbicara di sini adalah berbicara yang isinya bukan dzikir kepada Allah, sebagaimana keterangan sekelompok ulama. . Dan makna makruh dalam masalah ini adalah: kurang afdhal… Sementara itu, Ibnul Jauzi dan beberapa ulama lainnya, menganggap berbicara ketika wudhu sebagai perbuatan yang tidak dimakruhkan. (Lihat  Kasyaful Qana’, 1:103) . Sebagai catatan penting, tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan: . “Tidak ada satupun ulama yang mengharamkan berbicara ketika wudhu. Karena itu, berbicara pada saat wudhu dibolehkan, hanya saja hukumnya makruh, kurang utama.” (Fatawa Syabakah, no. 14793) . Allahu a’lam. . Sumber | Konsultasisyariah . @akh_walid . #akhirat #dosa #maksiat #muslimah #muslim #ingatmati #dakwah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #islam #islami #tauhid #sunnah #hijrah #beranihijrah #pemudahijrah #istiqomah #muslimah #muslim #salafi #salaf

0

husnibadar.krb_1706

0

videokuliah_uai

0

comilanna


Fatal error: Call to a member function getText() on null in /srv/www/gramview.com/public_html/tag.php on line 152