thesweatypants on Instagram

Adventure

MY GREAT ADVENTURE INDONESIA about story of my adventure, passion, and work #endurocross #standuppaddling #climbing #slackline #cliffjumping

https://secreto.site/id/2998709

Report inappropriate content

0

Menelusuri dalamnya hutan dan menemukan beberapa spot istimewa, membuat saya membutuhkan peralatan yang bukan sekedar kaleng-kaleng. #forest #waterfall #deuter #blackdiamond

1

Aku serasa berada di surgamu, tak henti-hentinya aku tersenyum. . #canyoning #canyonday #happyday #njiretday #mbuletday

0

Yokpo Iki Jo? Diterusno a Urip Iki? @rizalmiftahul @riskarahadhi . #enduro #endurolife #mx #klx #crf150l

5

Dirapetkan dulu biar gak melorot kena derasnya air.. . #canyoningmalang #canyoning #rapelling #descending #waterfall #waterfalllife

0

8

Ketika sedanng berpetualang, itu akan membuatmu tak bisa banyak berkata, namun akan banyak kata yang kau tulis/ucapkan ketika petualangan itu sudah berakhir. . #adventure #advmoto #enduro #endurolife #dirtbike #banyuwangi #alaspurwo #trianggulasi

1

Sekedar sangking, ngetrail bareng @motoeastjava sepertinya udah saatnya kita bikin open trip lagi, jalur ke arah cangar dan diakhiri dengan berendam air hangat sepertinya oke juga ya? Kuy!!!! . . #enduro #endurolife #mx #trailmalang #klxmalang #crfmalang #malang #trail

12

(repost)Ada kalanya kita saling menggenggam, dan ada saatnya kita saling mengikhlaskan . #kebunteh #sunset #sore #enduro #endurolife #MOTOEASTJAVAFAMILY

1

Day 6 (16nov) Ini harus menjadi hari terakhir kita pergi ke timur ke tempat matahari pertama kali terbit di pulau Jawa, karena faktor pekerjaan, faktor tanggung jawab sosial dilingkungan masing-masing, dan faktor keuangan pasti 😁. Setelah saya tidur ayam atau bahkan tidak tidur sih di warung antah berantah kemarin, sekitar jam 12 ketika hujan mulai reda kita melanjutkan perjalanan onroad menanjak ke arah pendakian Kawah Ijen (Paltuding). Sebenarnya ada beberapa Simpangan yang seperti menunjukkan tanda-tanda adanya jalur offroad disekitar sini, tapi tidak saya masukkan sana ah, gak enak sama teman-teman yang kebutuhannya bukan lagi jalur off-road,hehe. Sekitar 40 menit menanjak kita sampai di Paltuding dan memarkir 3motor kita di warung yang memungkinkan untuk beristirahat (tidur2an sampai benar-benar ketiduran) karena siangnya nanti perjalanan kontan Banyuwangi - Malang harus kita tembus tanpa bisa ditawar lagi. Di pos kita bisa tidur bahkan benar-benar tertidur, sementara Maspay bersiap dengan ambisinya mendaki kawah Ijen, kalau saya sih enggak mau, udah gak keitung naik kesana mulai dari sekedar main atau kerja ngawal customer travel. Sekitar jam 6 saya dibangunkan pemilik warung karena ternyata sudah banyak orang disekitar saya, haha saya tidur di kerumunan banyak orang (ini kayak orang takziyah dan saya jenazahnya😂). Maspay ternyata udah turun dari kawah dengan segudang cerita pendakiannya tadi dishare sambil kita main api unggun karena Paltuding ini dinginnya jahat banget. Setelah packing dan kita melanjutkan perjalanan ke arah Kawah Wurung. Ambisi saya dari pertama berangkat ke timur ini sih sebenarnya buat explore 360 Kawah Wurung, tapi karena kondisi fisik kita dan waktu yang sudah minim, sepertinya ambisi utama saya malah tidak memungkinkan untuk dilakukan, sehingga kami cuma sekedar mengunjungi kawah dan merasakan jalur off-roadnya aja. Yang penting konten video udah ada, ya udah kita segera pulang supaya sampai di Malang tidak terlalu malam. Sekitar jam 9an kita meninggalkan Kawah Wurung dan onroad menuju wisata Bukit Arak-arak untuk istirahat di check point pertama. Disana kita tiduran dan bercanda supaya perjalanan tidak terasa panjang

2

Day 5 (15nov) Pagi hari, bangun dari tidur yang nyenyak di hotel, dan setelah sarapan kita ngopi dulu di gazebo hotel menikmati sedikit waktu santai yang tersisa sebelum melanjutkan Enduro lagi. Sekitar jam 9 pagi kita mengarahkan perjalanan kita ke Utara yakni menuju Taman Nasional Baluran habitat rusa, banteng, merak dengan kekhasannya yakni jalan Off-road menuju Savana Bekol dan Pantai Bama. Tidak berselang 1jam kita sudah sampai di gerbang Baluran. Samris yang lebih dulu sampai berkata, "mik tutup i Baluran e". Saya kaget juga, dalam hati saya berkata "ha?? Ada apa kok sampai Baluran tutup?? Selama ini gak pernah ada kejadian seperti ini". Saya langsung bergegas ke pos dan bertanya, "tutup kah pak? Ada apa?" Lalu jawab pak pos "iya mas lagi di aspal" dalam hati saya langsung berkata "what the duck idea!!, La gendeng a wong2 Iki kok diaspal. Wak kayyal". Namun dalam mulut saya berkata "ohh mati lampu taman nasional e, ayo nyari taman nasional lain" sambil nyindir petugas. Dari situ saya sempat sedikit bingung juga mau mengarahkan perjalanan ini kemana, namun yang pasti saya lanjutkan dulu perjalanan kembali ke selatan searah menuju kota Banyuwangi - kawah Ijen. Sampai di patung tari Gandrung watu dodol Banyuwangi kita berhenti sejenak sambil saya melihat apakah ada sesuatu yang menarik disekitar sini (jalur atau tempat wisata alami). Oia, saat parkir di dekat watu dodol, ternyata sekarang ditarik parkir, saya kaget lagi dengan beberapa perubahan ekowisata disini, bukan soal berapa bayarnya, tapi soal gini aja kok bayar. Saya bertingkah agak ketus ke bapak parkir, namun setelah ngobrol2 dikit ternyata bapak ini baik juga, dan sempat berkata "mas, kalau liat orang itu jangan langsung berprasangka buruk kalau belum kenal betul" saya langsung merasa tersindir tapi memang saya akui salah. Dan obrolan juga mengarah pada pertanyaan2 saya soal jalur-jalur disekitar sini. Setelah saya cocokkan dengan map saya, ternyata ada sedikit kecocokan, dan saya juga menemukan sebuah air terjun yang saya rasa itu air terjun alami yang belum dikelola dan jalurnya sesuai menuju Ijen. Jadi saya pastikan itulah destinasi kita selanjutnya.

7

Day 4 (14 nov) Pagi hari kita sedikit buru-buru karena pemilik rumah tempat kita singgah akan berangkat kerja ke Jember dengan motor gagahnya Kawasaki Er-6. Kami segera sarapan yang sudah disediakan secara gratis oleh teman Samris (sip sip sip). Usai sarapan kita mengambil jemuran baju dan Apparel basah sisa hujan kemarin sore kemudian packing, disaat tengah packing, aku langsung tersentak, what the duck!!!! Ternyata tali slacklineku yang berharga tertinggal di pantai Bandealit (hari ke 3). Aku hanya menggulungnya namun tidak kubawa. Ada saja moment menyedihkan dan menjengkelkan saat aku harus bersenang-senang seperti ini, dan sulit untuk mengembalikan mood seolah-olah tidak terjadi kehilangan. Tapi perjalanan harus tetap dilanjutkan, kali ini perjalanan kita arahkan ke selatan dari kota Banyuwangi menuju ke TN.Alas Purwo - Pulau Merah - Teluk hijau - Sukamade. Sekitar jam 9 pagi kita melanjutkan kearah Alas Purwo terlebih dahulu. Didaerah Srono saya mengarahkan ke jalur off-road menuju Alas Purwo, diawal jalur off-road salah satu motor kami mengalami sedikit trouble, klaker roda belakang Maspay rusak, akhirnya ada motor trouble juga, dan Alhamdulillah baru dihari ke 4 terjadi trouble. Sekitar 30menit di bengkel kita melanjutkan lagi dan sempat menemui beberapa jalur buntu karena akses jembatan putus atau sempitnya jalan yang tidak memungkinkan dilewati. Sekitar jam 12 siang kita sampai di gerbang Taman Nasional Alas Purwo. Tiketnya murah juga, 15rb per orang+motor. Dan tujuan awal memang ingin sampai ujung (G-Land) ternyata harus sewa mobil Carter 250rb per mobil, karena dirasa membuang dana dan tidak membawa motor sampai ke lokasi, terpaksa kita tidak mengambil tujuan tersebut dan hanya sampai kawasan tengah saja. Di Alas Purwo aktivitas kita mengunjungi Savana Sadengan yang menjadi lokasi wajib di Alas Purwo karena terdapat habitat liar Banteng, Merak, Rusa dll. Kita bercanda ria disitu, kemudian mengunjungi pantai Trianggulasih yang pernah saya kunjungi disekitar tahun 2011 lalu dengan rombongan off-road trooper Indonesia. Sedikit bernostalgia disamakan dengan suasana mistis dan romantis waktu itu. Karena cuaca di pantai sangat terik, kita hanya sebentar

4

Day 3 (13 nov) Setelah semalaman berantem melawan kutu pasir yang bikin tidur kurang nyenyak, akhirnya suara kicauan ratusan burung yang merdu memaksaku untuk membuka mata dan menikmati suasana pagi sepi di pantai Bandealit yang sayang sekali bila saya lewatkan, sementara samris dan maspay masih gelap dalam tidurnya. Sunrise hangat mulai datang menyapu embun dan kabut yang sebelumnya hening kurasakan. Pertanda hari baru menuju Banyuwangi segera kita lanjutkan. Setelah take beberapa scene video trail dan slackline (berjalan diatas tali) saatnya segera packing karena hari ini juga seperti hari sebelumnya, track panjang dan buta peta sehingga perjalanan akan sedikit lambat dengan maping dadakan. Sekitar jam 9 pagi setelah packing, kita bergegas meninggalkan pantai Bandealit dan menuju perkampungan PTPN yang memang luar biasa hiruk pikuknya Dipati hari, anak-anak sekolah, orang berjualan, aktivitas pertanian, semua seperti kita tidak berada di tengah belantara ini. Jalur diawali dengan jalan yang sama ketika kita menuju Bandealit karena ternyata ekspektasi saya bahwa Bandealit - sukamade memiliki akses tembus adalah keliru, jadi kita harus balik kucing sampai desa terakhir sebelum masuk TN Merubetiri, dari situ saya harus mencari jalur lagi untuk menuju deretan sukamade, teluk hijau dan pulau merah. Kami sempat menghabiskan waktu 1,5jam di sebuah warung untuk mengisi baterai handphone, kamera, dll. Memang seharusnya saya butuh semacam @goalzero nomad dan Yeti untuk kebutuhan daya listrik portabel. Setelah semua kebutuhan baterei tercukupi, kami segera melanjutkan perjalanan karena saya rasa sudah terlalu banyak membuang waktu. Setelah Maping singkat di warung dengan bertanya ke warga sekitar dan mencocokan di peta saya mulai menemukan jalur yang kira-kira paling off-road dan singkat untuk menuju Sukamade. Sekitar 2,5jam perjalanan, kami melewati perkampungan dengan jalan Off-road, kebun-kebun, dan jalan mulai menyempit dengan menyebrangi beberapa jembatan demi jembatan karena memang kawasan ini banyak sekali sungai hidup. Secara singkat jalur disini sangat menyenangkan dilewati dan cukup menantang. Sekitar jam 3 setelah melewati beberapa tanjakan yang mengantarkan

8

Hujan? Siapa takut? 🤟 Pantai? Siapa nahan? ❤️ Modangan, Malang . . #adventure #nature #trail #beach #motoeastjava

3

Day 2 (12nov) Pagi yang cerah menyambut mata kita yang masih sayu. Namun sesuai rencana, hari ini merupakan hari paling panjang yang harus kita lewati diatas motor. Seusai packing dan take beberapa scene video, sekitar jam 8 kita berangkat ke arah timur melewati JLS Lumajang yang ternyata masih Off-road seperti yang pernah saya lewati tahun 2016 lalu. JLS - jembatan ambrol - Menara Pantai Puger - hutan Jati - Papuma adalah track yang kita lewati sampai sekitar jam 12 siang. Sempat berbincang saat sarapan di warung, warga sekitar mengatakan "lebih baik disini tidak aspal, daripada eksternalisasinya negatif bagi lahan pertanian kami". Menuju Papuma saya menemukan jalur Off-road yang lebih panjang daripada yang saya temukan di tahun 2016, senyum simpul tak dapat disembunyikan menanggapi situasi seperti ini. Setelah makan siang di Papuma, kami melanjutkan ke tujuan kami berikutnya yakni TN.Meru Betiri yang sama sekali saya masih buta akses jalur off-roadnya. Sempat bertanya warga sana sini dan berkali-kali untuk saya cocokan dengan gambaran di map HP saya, akhirnya jalurpun mulai tersambung dan tersambung sampai akhirnya akses menuju TN.Meru Betiri dapat saya pahami inti arah yang harus dilalui. Melewati perkebunan Jati Off-road dan banyak dilalui warga setempat sebagai akses antar desa (sempat terkejut dan miris juga, jalan sempit tanah ini menjadi satu-satunya akses untuk motor matic dan motor bebek warga yang harus dilalui). Setelah melewati perkebunan Jati, kita melanjutkan ke perkebunan kopi PTPN kebun Kotta Blater, dengan track lurus sangat nikmat untuk penyuka jalur speed. Setelah itu kami masuk ke jalan aspal III menuju TN.Meru Betiri. Sempat kehujanan dan fisik yang mulai lelah, kami berhenti sekitar 2jam sambil menunggu hujan reda. Sekitar jam 18.00 kami melanjutkan dan melengkapi bekal di kampung terakhir, membeli panci, tali rafia dan jas hujan Samris. Sekitar jam 19.00 kami check Data di loket TN. harga loket perorang + motor 10rb. Dari. Situ jalur off-road bebatuan dan menurun sepanjang 15km menyambut perjalanan malam dan gerimis kami. Sedikit ragu-ragu apakah memang jalan yang kita lalui ini benar karena banyak persimpangan (kolom komentar)

2

Day 1 (11 nov) Kami memulai perjalanan dari Motoeastjava sekitar jam setengah 11 malam, perjalanan kami arahkan menuju tumpang lalu ke arah Bromo. Diloket kami minta ijin untuk melintasi sedikit kawasan TN.Bromo. Sampai di warung bernama Cikur, saya berhenti sejenak menikmati dinginnya malam dan melihat ribuan bintang yang benar-benar terang waktu itu sambil menunggu samris dan maspay. Sekitar jam setengah 12 kita sampai di sebuah danau yang terletak dikawasan TN.Bromo bernama Ranu Pane tempat pos pendakian ke gunung Semeru. Disitu kami makan dan ngopi serta bercengkrama dengan penduduk lokal, nostalgia pendakian saya di tahun-tahun 2009an. Lanjut menuju pekatnya hutan jalan Ranu Pane Senduro. Jalur yang memang terkenal mistis dan alami membuat masris melihat seperti ada orang menyebrang, sementara saya melihat musang dan beberapa kera liar. Setelah melewati dinginnya TN.Bromo kita sampai di sebuah pemukiman warga bernama Senduro dekat dengan Kota Lumajang. Sampai di Kota kita memutuskan berhenti sejenak di minimarket, samris langsung memejamkan mata karena hari sebelumnya dia kurang tidur. Maspay langsung buka HP main game, dan saya buka Group Motoeastjava untuk say hello ke anggota group yang masih aktif. Sempat sejenak berdiskusi, sekitar jam 2 pagi melanjutkan ke arah pantai dan saya beli bensin 20rb di daerah setelah kecamatan kunir. Sempat menyadari bahwa jalur tak sesuai ekspektasi awal, saya mencoba meraba peta mencari jalan Off-road terdekat, alhasil berhasil dan kami mulai masuk jalur-jalur Off-road dengan kondisi basah, jujur dalam hati saya senang sekali waktu itu. Sekitar jam setengah 4 pagi kita sampai di JLS Lumajang dan mencari tempat ideal untuk mendirikan Hammock. Akhirnya kita memejamkan mata di pantai Makam Mbah drajid Wotgalih Lumajang. Samris langsung terlelap di matras hitam, maspay meminta tidur di empuknya @klymit v2, dan saya memang sedang ngidam sekali saat ngetrail berujung dengan tidur di @eno Hammock. Selamat tidur. (Cerita versi singkat dan padat)

0

Berkarya bersama @riskarahadhi dan @motoeastjava Siap nggawe video jalur sak Indonesia a Iki Sam ris? Tapi kudu didukung ambek @rumahdrone.id

5